Backpacker, Passion atau Ikut Ikutan ?



Belakangan ini sekitar 2014 dan 2015, di Indonesia cukup heboh dengan kata kata "Backpacker", ya seakan akan backpacker menjadi sesuatu yang sangat trendy terutama di kalangan anak muda indonesia.
Menurut analisa saya hal ini semakin mencuat setelah film 5cm yang menceritakan tentang petualangan sekelompok anak muda mendaki puncak mahameru populer. dan juga cukup mengangkat industri Paket Wisata Bromo.

Banyak info yang menyebutkan bahwa pengaruh film tersebut cukup heboh, betul setelah itu pada remaja berduyun duyun untuk mendaki mahameru, bahkan ada yang sama sekali tidak punya pengalamanpun ikut ikutan mendaki.

Nah efek dari semua itu timbulah fenomena backpacker dimana para anak muda mayoritas berduyun duyun berwisata ala backpacker. Menurut saya asal muasal backpacker sebenarnya sudah ada sejak dulu yang mungkin dulu dikenal dengan Pecinta Alam.

Bagi seorang Pecinta Alam, apapun namanya kegiatan tersebut adalah passion dimana cara mereka untuk mendekatkan diri dengan alam, merenung dan mengagumi keindahan yang maha kuasa. Dengan cara memanggul ransel dipunggung inilah saya kira sebutan "BackPack" berasal .

Dan ada sekelompok lagi yang menyatakan dirinya adalah seorang BACKPACKER, namun tujuannya adalah sekedar status dan mengikuti trend, dimana tujuannya adalah eksis terutama di sosial media yang banyak kita temui akhir akhir ini.

Hal ini juga berimbas pada pengertian setiap backpacker adalah melakukan perjalanan dengan biaya sedikit, padahal tidak juga. Tujuan backpacker sendiri adalah bukan semata mata melakukan perjalanan wisata dengan biaya rendah.

Jadi mana yang anda pilih? Backpacker atas Passion atau Status??? semua kembali pada tujuan masing masing.


Share on Google Plus

About Traveloista Eveline

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
traveloista.com. Diberdayakan oleh Blogger.